Cinta, cinta dan cinta. Kebanyakan orang percaya bahwa sebuah cinta dapat membawa pesan kedamaian, keindahan dan kebahagiaan. Cinta sering dianggap sebagai satu-satunya alasan mengapa seseorang mau bangkit, satu-satunya jalan agar roda kehidupan berjalan sebagaimana mestinya, dan satu-satunya hal yang membuat seseorang mengerti, memahami dan memaknai kehidupan dan merasakan hidupnya sangat berarti. Namun sebagian lagi berkata bahwa cinta hanya membawa kehancuran, memakan segala tunas kepercayaan dalam hati yang polos, memberi harapan kosong kepada nurani para pemimpi, dan  dengan senangnya memberi kesengsaraan meski sampai menangis darah, terutama bagi mereka yang telah merasakan pahitnya cinta.


Bagi para penyair dan pujangga cinta adalah keindahan, cinta itu indah. Love is beautiful. Bagi para pemain hati cinta itu adalah permainan, ketika sudah bosan ia akan meninggalkan cinta. Bagi yang tak pernah memiliki, cinta itu adalah impian, angan-angan yang selalu ia inginkan. Bagi para pembenci, cinta itu hanyalah tanggung jawab yang menyulitkan. Bagi para penikmat, mungkin cinta itu adalah kenikmatan duniawi. Setiap orang pasti memiliki pendapat sendiri tentang cinta, setiap orang memiliki takaran yang berbeda juga tentang cinta bahkan memiliki tipe dan karakteristik tersendiri yang berbeda.

Bagaimanapun cinta adalah anugrah yang indahnya tak terkira yang diluar kuasa kita. Cinta disampaikan secara unik, tiba-tiba dan tanpa aba-aba. Terkadang lewat peristiwa yang tak terduga, indah, menyenangkan dan menggembirakan dan kadang peristiwa yang memalukan, bahkan terlalu memalukan untuk dipikiran sekalipun. Cinta adalah hal yang rumit, sangat indah, membawa kebahagiaan namun bersamaan dengan kesengsaraan. Membuat orang-orang dapat memperlihatkan jati dirinya masing-masing. Di depan cinta, kekayaan takkan berkutik, kekayaan bukan sebagai awal dari kekuasaan. Di hadapan cinta, kesadisan dan kebengisan takkan berdaya, takkan bisa memaksa apapun kehendaknya. Dan di depan cinta, ketampanan dan kecantikan hanya topeng belaka, tidak dapat menjadikannya faktor penunjang. Cinta, keindahannya tersirat dalam semua gambaran kehidupan.

Cinta adalah perasaan yang rumit, setiap katanya mewakili seribu rasa yang sulit diungkapkan. Cinta adalah hal sulit ditebak. Dengan cinta seseorang dapat merasakan kebahagiaan. Cinta adalah sebuah kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap orang lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan orang tersebut. Cinta bagaikan Tinta Kehidupan yang menggoreskan kesannya pada selembar kertas kosong, cinta bagaikan embun di pagi hari yang datang dengan membawa kesejukan pada siapa saja, cinta bagaikan seorang motivator yang dapat memberikan motivasi hingga seseorang bangkit ataupun hingga seseorang dapat melakukan hal yang gila ketika ia jatuh cinta. Cinta tak dapat diraba dan disentuh layaknya angin kesejukan, namun cinta dapat dirasakan kehangatannya bagaikan sang surya dan kesejukannya bagai udara di pagi hari. Akan tetapi adakalanya dimana sebuah cinta pun dapat membawa kesengsaraan, cinta juga dapat menjadi mesin penghancur dengan daya kekuatan luar biasa ! Membuat orang terpuruk hingga menyerah ketika melawan nasibnya, cinta datang membawa kenikmatan namun juga membawa derita panjang yang tiada akhirnya. Cinta itu indah namun tragis.

Bicara soal ketragisan cinta, menurut kalian cinta bagaimana yang paling tragis? Mungkin pendapat kalian sendiri seperti berikut.
1. Cinta yang tragis itu adalah cinta yang terpisahkan oleh perbedaan. Harus terpisahkan karna perbedaan taraf hidup kedua insan, yang harus terpisahkan karna berbeda keyakinan dan harus rela berpisah karna perbedaan yang mendalam pada status masing-masing atau mungkin harus terpisahkan karna jarak, lautan dan samudera atau terpisah oleh gunung-gemunung.
2. Cinta yang dipenuhi dengan amarah dan hawa nafsu. Cinta yang harus berakhir dengan akhir yang tidak bahagia. Cinta yang patah berkeping-keping karena adanya pertengkaran dan diselesaikan oleh perselingkuhan dan ketika kecemburuan mengahasut, pembunuhan pun terjadi. Cinta yang memberikan banyak kasus dan kesengsaraan.
3. Cinta yang memaksa. Cinta yang dirasakan karna terpaksa, dipaksa untuk mencinta seseorang yang bahkan dibencinya. Cinta yang dipaksakan oleh hutang. Perjodohan yang menyesatkan oleh orang tua. Cinta yang seharusnya tidak pernah terjadi.

Ya, kalian benar. Kejadian di atas memang pantas dimasukkan dalam kategori cinta yang tragis, namun bagaimanapun kedua sejoli di tiga keadaan di atas masih bisa saling mencintai atau saling membenci. Lalu bagaimana cinta yang paling memilukan, menyedihkan dan tragis itu? Cinta yang tragis adalah cinta yang tidak peduli.Seorang filsuf yang merenungkan cinta siang dan malam menulis seperti ini “Love me or just hate me, but spare me with your indiffrerence” Cintai aku atau sekalin benci aku, asal jangan tak acuhkan aku.

Banyak orang atau mungkin hampir semua orang berkata, bahwa lawan kata Cinta adalah benci, betul? Namun sy rasa antonim dari kata cinta itu sendiri bukanlah benci, tanya kenapa? Pertama-tama kita artikan dulu apa itu cinta. Ketika kita mencintai, jelas kita akan memperhatikan, menolong, mengasihi, menyayangi, membantu kepada seseorang, itu artinya cinta itu peduli. Kepedulian. Namun ketika kita membenci seseorang apa benar kita berhenti memperdulikannya? Jelas jawabannya tidak, sekalipun kita membencinya kita masih memiliki rasa, bahkan kita masih memberikannya sebuah rasa. Rasa Kebencian. Ketika kita membenci seseorang apa kita tidak memperdulikannya di saat yang sama? Jelas kita peduli pada saat itu juga, meskipun peduli dalam artian negatif. Maka jelas apa itu lawan kata dari cinta? Ya. ketidakpedulian.

Keindahan cinta memang tiada tara. Cinta dapat menerima dua perbedaan kedalam satu tujuan bukan hanya membuat perbedaan itu menjadi satu kesamaan, karna perbedaan justru dapat menimbulkan cinta dan cinta dapat menerimanya. Dengan cinta, seseorang takkan mencintai pasangannya karena ia sempurna namun orang itu dapat menerima kekurangan dari pasangannya secara sempurna dan memperlihatkan kesempurnaan cintanya. Lalu bagaimana dengan kalian? Sudahkah kalian menemukan apa itu yang namanya cinta?