Siapa yang menyangka Family Raya yang dahulu masih tanpa Ceria, polos dan akhirnya disandingkan dengan embel-embel Transport hanyalah sebuah PO yang masuk dalam kategori “bus dunia ketiga”.

Oto bus yang berawal dari usaha Rumah Makan ini berangkat dengan armada-armada lawas, berbusanan seadanya, minim trayek dan sempat masuk dalam kategori “mobil perang”. Cukup lama FR stagnasi dan sempat mengira PO yang satu ini hanyalah “pelengkap” belaka dan akan tergerus persaingan usaha transportasi darat diranah Sumatra.

Tapi siapa yang mengira semua cerita ini berawal dari usaha baru mereka yang merintis travel AKDP dan Showroom kendaraan FR perlahan menemukan imagenya dan inilah yang mendongkrak peluang lain yang coba digelutinya. Menempati perwakilan baru di Simpang Mayang Jambi, bermodalkan OH1521 Setra smile Merpati Bali FR mencoba mendobrak pasar eksekutif jambi – Padang yang dahulu hanya mereka ganjar dengan kelas Ekonomi.

Yang tersisa diingatan FR Jambi-Padang ekonomi edisi terakhir berwarna gradasi putih hijau dengan tag “Jumbo Family” yang kebetulan terinspirasi dari JATRA Jumbo yang saat itu memang lagi booming. FRC juga diuntungkan dengan lengsernya pemain-pemain lawas. Tercatat ANS, NPM, KMS dan Palapa pernah berjaya dijalur ini. inilah yang mengilhami FR untuk bersanding dengan Jambi Transport yang kala itu menjadi pemain tunggal untuk kelas Eksekutif setelah undur pamitnya ke-empat PO diatas.

Bermodalkan kelas eksekutif-lah FR mulai dilirik komuter Jambi- Padang armada yang masih bau apek khas karoseri menjadi racun tersendiri. Jatra-pun cukup kewalahan menghadapi kenyataan ini, sebuah PO yang dulunya tidak dianggap perlahan mulai ber-reinkarnasi

Sebagai informasi saja, FR dari dulu memang tidak memiliki seragam tetap liverynya selalu mengikuti corak yang lagi “in” bahkan dahulu sempat menggunakan seragam pohon kelapa khas Nusantara. Perkembangan positif terus terlihat dan ternyata FR trayek Jawa tak mau ketinggalan. Bersamaan dengan peremajaan besar-besaran disektor travel yang sempat bermain innova, FRC seolah menegaskan pondasi mereka sudah cukup kuat untuk menghadapi kerasnya persaingan usaha transportasi jalur darat. Bukan hanya sebatas Sumatra… tapi hingga ke Jawa.

Menyadari perkembangan ini, manajemen mengikrarkan nama PT. Family Raya Ceria Sejati (FRC) menggantikan Family Raya Trans (FRT) yang sudah terlanjur melekat diingatan orang-orang yang pernah menggunakan jasanya. Bersamaan dengan kemunculan Proteus OH1521 yang menggantikan posisi Merpati Bali

Armada lawas dilungsurkan pada PO tetangga.Tercatat yang paling rajin membeli armada mereka adalah Sari Mustika. Satu hal yang benar-benar unik dimana PO Jawa yang terkenal bermodal kuat mau membeli bus bekas dari PO Sumatra..

Perkembangan-perkembangan signifikan terus berlanjut dan puncaknya terjadi saat diboyongnya bus-bus generasi terbaru tercatat ini adalah gelombang ketiga chassis-chassis terbaru milik FRC dibuka dengan Hino RK8 generasi pertama berbalut Laksana Custom. Hino RK8 New Travego NA dan terakhir Hino RK8 berbaju Legacy dan Evobus yang diboyong berbarengan dengan MB OH1526 berbusana elegan… Adi Putro Malang berkonsep dek tinggi

Sungguh pencapaian yang fantastis, Bagi siapapun yang mengikuti perjalanan PO yang satu ini secara langsung pasti melihat pahit getirnya perjuangan FR diera 90-an, tapi kini semuanya terbayar manis.. Armada-armada lawas yang dahulu pernah dijumpai seperti Nissan RB, Mitsu BM dan Hino AK berkaroseri antahberantah Sekarang berganti dengan bus-bus generasi terbaru lengkap dengan karoseri model teranyar

Sungguh satu hal yang jarang terjadi untuk perusahaan otobus yang berbasis di Sumatra.Apalagi jika mengingat FRC adalah usaha Keluarga..

Satu kata yang pas, Salut !

Sumber : Rio Gabriel Simamora.