Kumuh, tidak terawat, dan terbengkalai.. Ya itu la sekilas gambaran terminal Bus terbesar di kota Jambi sampai sekarang ini.Di bangun dengan dana yang tidak sedikit, namun tidak seimbang dengan fungsinya. Sejak di pindahkan tahun 1996 dari terminal lama di daerah simpang kawat kota jambi, terminal ini mengalami pasang surut. Pada tahun 1997 terminal ini baru optimal pengoperasiannya, namun hanya bertahan sampai tahun 2000 saja.

Banyak faktor yang membuat terminal ini mati, seringnya para pedagang di kejar-kejar trantib serta tidak terjaminnya keamanan penumpang membuat PO2 di jambi tidak mau menaikan dan menurunkan penumpang di dalam terminal, para pengurus PO lebih memilih menurunkan penumpang di luar terminal dengan alasan kenyamanan penumpang lebih di utamakan.

Sempat vakum selama 4 tahun, serta pelantikan kepala terminal yang baru, pada tahun 2004 terminal ini sempat aktif kembali, semua PO AKAP/AKDP,ANGKOT/ANGDES wajib masuk keterminal. Namun itu semua hanya bertahan beberapa tahun saja, keberadaan preman, copet, serta minimnya sarana dan prasarana buat penumpang maupun pihak PO yang tidak mampu di atasi oleh pemerintah dan pihak-pihak terkait, akhirnya pada tahun 2007  terminal ini kembali vakum dan terbengkalai hingga sekarang.

Sudah bisa di tebak kondisi terminalnya seperti apa sekarang ini, hanya deretan bangunan-bangunan yang tidak terawat, serta tumpukan sampah dimana-mana membuat terminal ini hanya berfungsi sebagai hiasan di kota jambi.

Pemerintah dan instansi terkait hanya bisa mencanangkan semua angkutan umum masuk ke terminal, tanpa disertai peraturan dan sanksi yang tegas. Untuk membuat terminal ini berfungsi sebagaimana mestinya, membutuhkan dana yang tidak sedikit, yang harus di perhatikan pemerintah adalah tidak tersedianya lahan parkir yang luas, loket yang sempit serta tidak adanya toilet dan tempat tunggu penumpang yang nyaman.

Miriiss.. terminal yang di bangun menggunakan uang rakyat hanya menjadi deretan bangunan-bangunan tua dan usang yang belum jelas sampai kapan akan seperti ini. Saya harap, pemerintah,dinas dishub serta pihak-pihak terkait serius menangani permasalahan ini, jangan hanya sebatas rencana, tapi direalisasikan secara nyata..

“Beberapa sudut terminal yang sempat saya abadikan”